Sabtu, 28 Juli 2012

Fakta Garuda Indonesia

Siapa yang sering melakukan perjalananan menggunakan angkutan udara, ketika ditanya maskapai apa yang memberikan pelayanan yang ‘lebih baik’ dibangding maskapai lain, pasti jawabannya Garuda. Ketika ditanya tiket maskapai apa yang paling mahal, jawabannya juga Garuda. Nah, segelintir itu memberikan inspirasi tentang ada apa dengan Garuda (AADG).
Dimulai dari sejarah bahwa dana untuk membeli pesawat ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh, pesawat tersebut dibeli seharga 120,000 dolar malaya yang sama dengan 20 kg emas (lebih berat dari puncak Monas). Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari Koninklijke Nederlandsch-Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM), perusahaan penerbangan nasional Hindia Belanda.
Salah Satu Fleet Garuda Indonesia

Nah, nama Garuda Indonesia dimulai pada tanggal 25 Desember 1949, wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno, Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada Presiden di (kotaku) Yogyakarta bahwa KLM Interisulai Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada beliau memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.
Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial, Ik ben Garuda, Vishnoe’s vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden (”Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi diatas kepulauanmu”). Maka pada tanggal 28 Desember 1949, penerbangan bersejarah bagi Garuda Indonesia yang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Kemayoran - Jakarta untuk pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan logo baru, Garuda Indonesian Airways, nama yang diberikan Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Hal yang baik bahwa Sejak Juni 2007, maskapai ini, bersama dengan maskapai Indonesia lainnya, dilarang menerbangi rute Eropa karena alasan keselamatan, namun, larangan ini dicabut dua tahun kemudian, tahun 2009, Setahun sebelumnya, maskapai ini telah menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA, yang berarti bahwa Garuda telah seluruhnya memenuhi standar keselamatan penerbangan internasional. Garuda masuk dalam daftar maskapai bintang empat dari Skaytrax, yang berarti memiliki kinerja dan pelayanan yang bagus. Tahun 2012, Garuda dijadwalkan akan bergabung dengan aliansi penerbanganSky Tea.

Namun, ditengah bagusnya citra Garuda saat ini, sejarah panjang membuktikan banyak insiden mengenaskan menimpa Garuda. Beberapa Insiden yang terjadi pada maskapai Garuda Indonesia antara lain adalah:
  • 6 Maret 1979 – Garuda Indonesia Penerbangan 553 menabrak lereng Gunung Bromo di ketinggian 6.200 kaki menewaskan keempat awaknya.
  • 11 Juli 1979 - Menabrak lereng Gunung Pertektekan menewaskan 57 penumpang beserta 4 orang awaknya.
  • 20 Maret 1982 - Fokker F-28 terperosok setelah mendarat di Bandara Branti, Lampung menewaskan 23 penumpang beserta 4 orang awaknya.
  • 17 Juni 1996 - pesawat terbakar setelah overrun akibat aborting take off oleh penerbangnya diBandar Udara Fukuoka, Jepang saat akan take off menuju Jakarta, Indonesia.Kejadian ini disebabkan kerusakan yang terjadi pada satu mesinnya sehingga pilot harus membatalkan lepas landas. 3 dari 275 penumpang tewas.
  • 26 September 1997 - jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 222 penumpang dan 12 awak pesawat. Kecelakaan ini merupakan yang terburuk di sejarah penerbangan Indonesia.
  • 17 Januari 2002 - Mendarat darurat di Bengawan Solo menewaskan 1 awak pesawat (pramugarinya).
  • 22 November 2004 - Sri Hardono, kapten Garuda Indonesia Penerbangan 501, mendadak sakit tak lama setelah lepas landas dari Bandar Udara Supadio, Pontianak, Kalbar, Ia lalu meminta izin kepada pengawas lalu lintas udara {ATC) untuk kembali mendarat di Supadio, Hardono meninggal tak lama setelah mendarat ketika masih di kokpit. Penyebab kematiannya adalah serangan jantung. Karena insiden ini, bandara ditutup selama 40 menit, Namun, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
  • 7 maret 2007 - meluncur keluar landasan (overrun),terbakar dan meledak sesaat setelah mendarat di Bandara Adji Sutjipto, Yogyakarta. Sedikitnya 22 orang meninggal dunia. Pesawat tersebut membawa penumpang sebanyak 133 orang dan 7 awak. Kecelakaan ini disebabkan oleh kesalahan pilot.
Dan masih banyak lagi insiden yang tidak terekam oleh sejarah, dengan korban yang tidak sedikit.
Tapi ada satu hal yang menarik terkait perkembangan Garuda saat ini ditengah lika-liku perbaikan terhadap system penerbangan yang ada. Pada bulan November 2010, Garuda Indonesia menerapkan sistem baru yang disebut dengan sistem kendali operasi terpadu (Integrated Operasional Control System/IOCS). Sistem terpadu ini menggabungkan sistem untuk memantau pergerakan pesawat, awak kabin, dan manajemen penumpang yang sebelumnya merupakan aplikasi terpisah.

 Tentang IOCS milik Garuda Indonesia tersebut:
  • Sistem ini merupakan gabungan sistem yang memantau pergerakan pesawat, penjadwalan awak kabin, dan manajemen penumpang
  • Sistem IOCS ini berharga US$ 1.5 juta (update: sebelumnya tertulis US$15 juta)
  • Sistem IOCS ini menangani 81 pesawat, 580 pilot, 2000 awak kabin and 2000 penerbangan per minggu
  • Pada tanggal 19 November 2010, selama 4 jam sistem tidak bisa diakses
Kondisi selama sistem IOCS tersebut gagal berjalan karena:
  • Jadwal kru pesawat yang kacau, jadwal pilot yang bertabrakan, sampai-sampai ada pilot yang sedang sakit mendapat jadwal menerbangkan pesawat
  • Pada tanggal 21 November 2010, terjadi delay masal penerbangan Garuda
  • Pada tanggal 22 November 2010, penerbangan ke Medan, Batam, Pangkal Pinang and Padang dibatalkan
  • Pada tanggal 23 November 2010, sejumlah 13 jadwal penerbangan dibatalkan
  • Pemesanan tiket ditutup dari tanggal 22-24 November 2010
  • 5000 jemaah haji terlantar di Arab Saudi. Menurut Direktur Operasi Garuda, keterlambatan disebabkan terbatasnya pintu keberangkatan di bandara

Kemudian pada tanggal 25 November 2010, penerbangan kembali normal.
Itu dia segelintir pengetahuan saja. Semoga bisa lebih mengerti. hh

2 komentar:

  1. Panjang bener -_-
    Males baca akunya, mo ...

    #bahkan gak baca sama sekali

    BalasHapus
  2. banyak juga yah kecelakaan yang dialami garuda, tapi garuda adalah maskapai terbaik di indonesia saat ini.

    BalasHapus